Cara Sederhana Ini Dapat Meningkatkan IQ Hingga 23 Persen


Dalam teori Cattel - Horn, dsebutkan bahwa ada dua jenis kecerdasan yang ada pada diri manusia, yaitu Crystallized Intelligence atau kecerdasan yang bersifat mengkristal dan Fluid Intelligence atau kecerdasan yang bersifat mencair. Teori ini dikembangkan oleh Psikolog Raymond Cattell yang pengembangannya dilanjutkan oleh muridnya John Horn.


Crystallized Intelligence adalah tipe kecerdasan yang dapat diperoleh dengan cara belajar serta memiliki indikator yang jelas saat dilakukan uji penilaian, seperti kemampuan seseorang dalam memanfaatkan informasi, ketrampilan, dan berbagai pengetahuan serta pengalaman yang diperoleh dengan cara belajar.
Sedang Fluid Intelligence adalah tipe kecerdasan yang dimiliki seseorang tanpa didahului dengan proses belajar sehingga muncul dengan sendirinya dalam bentuk kreatifitas, inovasi dan visioner, seperti kemampuan dalam mengidentifikasi pola, kemampuan menggunakan logika dalam menghadapi situasi yang baru atau memecahkan masalah baru, dan sebagainya.
Kecerdasan yang sifatnya mengkristal relatif lebih mudah untuk ditingkatkan, cukup dengan lebih banyak membaca dan mendengar, serta mengumpulkan sebanyak mungkin fakta, informasi, dan pengetahuan untuk dipelajari. Namun kecerdasan yang sifatnya mencair relatif lebih sulit, karena selain tidak ada indikator untuk penilaiannya juga tidak ada sarana yang pasti untuk mendongkrak Fluid Intelligence tersebut.


Namun, sebuah study menunjukkan bahwa ternyata ada cara sederhana yang ampuh untuk meningkatkan Fluid Intelligence sekaligus kemampuan IQ seseorang. Cara sederhana tersebut tidak lain adalah dengan melakukan meditasi.
Meditasi ternyata tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan fisiologis, mengurangi stress, meningkatkan mood, dan mengatur keseimbangan emosional seseorang, tapi juga dapat meningkatkan kecerdasan secara signifikan.
Siegfried Othmer, mantan presiden divisi neurofeedback pada The Association for Applied Psychophysiology and Biofeedback, pernah melakukan penelitihan tentang neurofeedback dengan memberikan pelatihan gelombang otak (bentuk spesifik dari meditasi) kepada para peserta. Hasilnya, mereka yang melakukan meditasi terbukti mengalami kenaikan IQ rata-rata sebesar 23 persen. Tidak hanya IQ saja yang mengalami peningkatan, mereka yang melakukan meditasi juga mengalami peningkatan dari sisi kreativitas, konsentrasi dan kesadaran diri.
Disamping itu, hasil menakjubkan lainnya dari penelitian tersebut adalah terkait dengan kesadaran dan kognisi yang menunjukkan bahwa mereka yang melakukan meditasi empat hari berturut-turut selama 20 menit setiap harinya, menunjukkan perbaikan yang signifikan pada memori, kognisi serta menurunkan tingkat stress. Kelompok yang bermeditasi terbukti memiliki daya kerja memori 10 kali lebih baik.
Mengapa meditasi dapat meningkatkan IQ? Ada beberapa alasan yang melatarbelakanginya. Namun yang paling utama adalah bahwa meditasi yang mendalam dapat memperlambat aktivitas otak. Disaat gelombang otak melambat (yang dikenal dengan kondisi delta atau theta), otak secara otomatis meningkatkan plastisitas atau elastisitas sekaligus meningkatkan kemampuannya untuk melakukan reorganisasi. Dengan berlatih untuk senantiasa fokus selama meditasi lewat pengaturan napas, mantra atau dengan sarana musik, sama artinya dengan memberikan waktu bagi otak untuk beristirahat. Disaat otak diberi kesempatan untuk beristirahat itulah, kemampuannya justru mengalami peningkatan.
Satu hal yang perlu dicatat, kelompok-kelompok yang mengalami peningkatan yang luar biasa sebagaimana para yogi (orang-orang yang melakukan pelatihan spiritual) tersebut adalah mereka yang melakukan meditasi selama 4 hari dan hanya butuh waktu 20 menit dalam sehari atau total waktu yang dibutuhkan hanya 80 menit yang setara dengan waktu yang digunakan untuk menonton film.
Ada banyak cara dalam melakukan meditasi, salah satu yang populer adalah Headspace, yaitu sebuah aplikasi berbayar yang membantu para membernya dalam mengolahragakan otak atau pikiran. Dengan menjadi bagian dari Headspace seserorang akan dipandu dalam melakukan meditasi dan senantiasa dipantau sejauh mana perkembangan dan hasil yang telah mereka capai.
Ada juga pilihan lain yaitu dengan menggunakan Binaural Beats untuk membantu menginduksi fungsi keseluruhan otak dengan cara menghubungkan otak kiri dan otak kanan. LifeFlow yang menawarkan program meditasi 10-track dengan cara menggabungkan frekuensi rendah binaural beats audio isochronic untuk membentuk pola-pola tertentu pada otak, utamanya untuk memicu gelombang alpha, theta dan delta.
Meditasi dapat pula dilakukan dengan menggunakan metode mindfulness klasik yakni dengan cara duduk sambil menutup mata serta fokus pada pernapasan atau dengan mendengarkan musik yang melantunkan irama yang harmonis. Musik dengan irama yang dapat membantu proses meditasi tersebut pada umumnya yang memiliki frekuensi solfeggio, seperti musik dengan beat-beat kuna sebagaimana nyanyian atau mantra-mantra pada masa Gregorian atau pada abad-abad yang lampau. Musik untuk bermeditasi tersebut dapat diperoleh dengan gratis di Youtube atau dengan membelinya di ITunes.
The New England Journal of Medicine menyebutkan bahwa bermeditasi selama 12 – 15 menit akan sangat bermanfaat bagi kesehatan. Banyak pula hasil penelitian yang mengatakan bahwa untuk mendapatkan hasil yang nyata dari meditasi tidak perlu melakukannya dalam waktu yang lama. Cukup dengan meluangkan waktu sebentar namun dilakukan secara teratur.
Karena itu, pertimbangkan untuk memasukkan latihan meditasi sebagai salah satu resolusi di tahun 2018. Berikan kesempatan kepada otak untuk beristirahat, agar membuatmu menjadi lebih jenius!


0 Response to "Cara Sederhana Ini Dapat Meningkatkan IQ Hingga 23 Persen"

Post a Comment