Berikut Fakta Mengejutkan Tentang Tanning Bed Yang Harus Anda Ketahui


Biasanya, orang Indonesia menilai perempuan cantik adalah mereka yang memiliki kulit putih bersih. Tetapi, standar orang cantik seperti ini tidak berlaku pada pria asing atau bule. Mereka justru lebih menghargai dan menyukai wanita dengan kulit gelap kecoklatan. Mereka beranggapan, kulit gelap ini sangat eksotis dan lebih mencerminkan karakter orang Indonesia asli.


Hal ini yang pada akhirnya memicu sebagian wanita Indonesia, khususnya yang berpacaran atau telah menikah dengan pria bule, untuk mencoklatkan kulitnya meskipun sejatinya ia berkulit kuning langsat.
Berjemur di bawah sinar matahari merupakan salah satu cara mendapatkan kulit coklat alami. Namun, radiasi sinar matahari ini cukup berbahaya. Hal inilah yang memicu sebagian wanita yang ingin mencoklatkan kulitnya untuk lebih memilih tanning bed, yakni semacam alat untuk membuat kulit kita berwarna tan atau kecoklatan.
Tetapi, amankah alat ini? Benarkah radiasi sinar UV A pada Tanning Bed aman?
Banyak salon – salon kecantikan yang menyediakan tanning bed ini mengklaim bahwa radiasi yang dipancarkan tanning bed nya cukup aman, yakni hanya sebatas sinar UV A yang mampu menciptakan pondasi warna coklat alami kulit.
Mereka juga menyatakan bahwa radiasi yang berbahaya adalah radiasi sinar UV B, yang nyatanya tidak terdapat pada tanning bed mereka.
Namun, pendapat tersebut dibantah oleh penelitian terbaru. Hasil penelitian terbaru menyebutkan bahwa baik UVA maupun UVB sama – sama bisa memicu kanker kulit. UV A secara spesifik dihubungkan dengan timbulnya melanoma. 


Hal tersebut sayangnya, banyak wanita muda yang sampai sekarang masih menggunakan tanning bed ini untuk solusi mencoklatkan kulit mereka. Mayoritas dari mereka adalah wanita muda yang masih di usia produktif.
Bagi Anda yang berencana menggunakan tanning bed, sebaiknya Anda perlu berfikir ulang. Setidaknya, ada 4 resiko yang bisa ditimbulkan tanning bed. Apa saja itu? Berikut penjelasan lebih lanjutnya.
1. Resiko melanoma naik hingga 75 % bagi mereka yang menggunakan tanning bed di usia kurang dari 35 tahun.
2. Tahun lalu, sebuah lembaga riset the International Agency for Research on Cancer menyebutkan bahwa tanning bed atau peralatan tanning indoor menduduki peringkat tertinggi, khususnya dalam memicu kanker. Hal ini bisa dijadikan sinyal bahwa tanning bed memang hal yang sangat berbahaya.
3. Tanning atau proses pencoklatan kulit secara instan bisa memicu ketagihan. Seorang dokter spesialis kulit, David Fisher, M.D., Ph.D menyatakan bahwa bagi sebagian orang, radiasi UV bisa bekerja semacam Narkoba yang bisa menimbulkan efek adiktif atau kecanduan bagi pemakainya.
4. Mereka yang menggunakan tanning bed 2,5 kali lebih berpeluang menderita squamous cell carcinoma dan 1,5 kali lebih berpeluang menderita basal cell carcinoma.


0 Response to "Berikut Fakta Mengejutkan Tentang Tanning Bed Yang Harus Anda Ketahui"

Post a Comment