Hindari Resiko Kematian Dengan Mengetahui Tanda-Tanda Kanker Payudara Dan Pencegahannya


Diantara sekian banyak penyakit yang memiliki risiko tinggi dan mengancam kaum wanita, salah satunya adalah kanker payudara. Ironisnya, sekitar 70 persen penderita kanker payudara terlambat menyadari kalau sedang terserang penyakit yang mematikan ini.
Akibatnya, karena sudah berada dalam kondisi stadium lanjut, maka tidak ada yang dapat diperbuat selain melakukan kemoterapi bahkan pengangkatan kanker melalui proses pembedahan.


Untuk itulah, mengetahui tanda-tanda kanker payudara dan cara pencegahannya hukumnya wajib bagi kaum wanita, guna mencegah risiko terburuk dari penyakit ini, yaitu kematian. Berikut tanda-tanda penyakit kanker payudara dan pencegahannya.

Tanda-tanda Kanker Payudara
Setidaknya ada lima tanda-tanda khusus dari pengidap kanker payudara. Tanda-tanda khusus tersebut adalah:
1. Pada salah satu atau kedua payudara terdapat benjolan
2. Penderita akan merasakan sakit secara terus menerus pada bagian payudaranya
3. Terjadi perubahan bentuk pada payudara
4. Muncul sejumlah permasalahan pada bagian puting, seperti warna puting berubah kemerah-merahan, terjadi inversi atau puting masuk ke dalam, bagian puting berubah kasar atau mengalami luka
5. Payudara mengeluarkan cairan meskipun tidak ditekan

Pencegahan Terhadap Kanker Payudara
Selain wajib mengetahui tanda-tanda serangan kanker payudara, kaum wanita juga harus mengetahui cara untuk mencegah penyakit yang mematikan ini. Berikut cara mencegah kanker payudara :

1. Hindari Minuman Beralkohol
Mengkonsumsi segelas minuman beralkohol perhari sama dengan menaikkan risiko terserang kanker payudara sampai dengan 25 persen. Selain itu, minuman beralkohol juga berisiko terhadap kesehatan janin bila dikonsumsi oleh ibu yang sedang hamil. Jadi, hindari minuman beralkohol, apalagi buat kaum muslim yang memang dilarang oleh agama.

2. Kurangi Konsumsi Lemak
Mengkonsumsi makanan yang tidak sehat dapat berpoternsi menjadi penyebab munculnya penyakit, salah satunya adalah penyakit kanker payudara. Untuk itu, kurangi berbagai jenis makanan yang mengandung unsur lemak jenuh, lemak trans dan omega-6, sebaliknya, perbanyak mengkonsumsi makanan yang mengandung unsur omega-3 seperti ikan laut, selenium, antioksidan serta mineral yang terdapat pada biji-bijian yang terbukti memiliki kandungan anti-kanker.


3. Perbanyak Mengkonsumsi Makanan Alami
Potensi terserang penyakit kanker payudara juga semakin bertambah besar jika kerapkali mengkonsumsi makanan ringan dengan campuran bahan kimia, makanan cepat saji serta buah-buahan yang mengandung pestisida. So, perbanyak mengkonsumsi makanan alami.

4. Rutin Berolahraga
Tidak perlu harus melakukan olahraga berat, tapi cukup dengan melakukan jogging dua kali dalam seminggu selama 45 – 75 menit setiap kali jogging, maka akan sangat membantu mengontrol berat badan. Dengan berat badan yang ideal, risiko terserang penyakitpun akan berkurang termasuk penyakit kanker payudara.

5. Memeriksa Sendiri Kondisi Payudara
Untuk memeriksa sendiri kondisi payudara dapat dilakukan di depan cermin dengan mengangkat ke atas kedua lengan. Dorong siku kearah depan dan belakang, lalu tempatkan kedua tangan pada pinggang dan condongkan bahu ke depan. Amati bentuk serta ukuran payudara.

Cara lain dapat dilakukan dengan meraba payudara menggunakan ujung jari tangan kanan. Perhatikan seluruh bagian payudara sampai dengan ketiak dan cubit bagian puting untuk mengetahui apakah mengeluarkan cairan atau tidak. Jika mengeluarkan cairan, segera konsultasikan dengan dokter.
Hal yang perlu diperhatikan, setiap kali melakukan pemeriksaan, perhatikan bentuk serta ukuran dari payudara. Pemeriksaan secara mandiri ini dilakukan pada 7 – 10 hari pasca menstruasi dan harus dilakukan setiap 1 – 3 bulan sekali.

6. Periksa ke Dokter Secara Rutin
Karena payudara terbentuk dari kelenjar, banyak wanita yang kesulitan dalam membedakan benjolan yang memang terbentuk oleh kelenjar dengan benjolan yang diakibatkan oleh kanker. Itu sebabnya, melakukan pemeriksaan secara berkala ke tempat praktik dokter perlu dilakukan, agar dapat mengetahui lebih dini terhadap serangan kanker payudara. Jika kanker terdeteksi lebih dini, peluang untuk sembuh akan lebih besar.

7. USG (Ultrasonografi) dan Mammogram
Bagi kaum wanita yang berusia dibawah 35 tahun disarankan untuk melakukan pemeriksaan USG (Ultrasonografi) dengan mengambil sampel cairan pada jaringan payudara, sedang bagi wanita yang usianya diatas 35 tahun direkomendasikan melakukan pemeriksaan mammogram. Kedua jenis pemeriksaan tersebut sebaiknya dilakukan secara rutin setahun sekali guna mendeteksi lebih awal adanya tumor atau kanker payudara.
Demikian cara untuk mengetahui tanda-tanda kanker payudara dan pencegahannya, guna menghindari risiko serangan dari penyakit yang mematikan ini.

Semoga Bermanfaat.


0 Response to "Hindari Resiko Kematian Dengan Mengetahui Tanda-Tanda Kanker Payudara Dan Pencegahannya"

Post a Comment