12 Saran Pecahkan Persoalan Yang Baru Kamu Sadari Setelah Pernikahan


Pernikahan merupakan salah satu tahap terpenting dalam kehidupan manusia, karena pada tahap tersebut seseorang akan memasuki dunia baru yang berbeda dengan dunia yang dia jalani sebelumnya. Ikatan pernikahan membuat seseorang tidak lagi berpikir untuk dirinya sendiri, tapi juga harus memikirkan pasangan.


Pada saat itulah baru disadari bahwa membangun kebersamaan ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Banyak hal berbeda yang ditemui pada diri pasangan. Berbeda antara saat masih berstatus pacar dengan setelah menjadi suami.

Agar perbedaan tersebut tidak semakin membentang, dan kebersamaan bisa terjalin dengan indah, berikut 12 saran yang wajib diperhatikan :

1. Anak Memperkuat Ikatan Pernikahan
Ada sebagian pasangan yang tidak ingin memiliki anak terlebih dahulu, dengan berbagai alasan, utamanya karena alasan ingin menata ekonomi. Alasan tersebut dapat diterima, namun jangan biarkan kehidupan rumah tangga tanpa kehadiran bayi dalam rentang waktu yang lama, karena membuat pernikahan akan terasa kering. Segera putuskan untuk memiliki momongan, dengan catatan keputusan tersebut harus dibuat bersama dan berdasarkan atas keinginan berdua.

2. Hadapi Bersama Setiap Tantangan
Surga dari sebuah rumah tangga bukan hanya segala sesuatu yang indah, tapi juga tantangan dan kesulitan. Sepanjang badai cobaan yang menerpa dapat dihadapi dan dipecahkan bersama, kenikmatan akan hadir lewat tantangan dan kesulitan tersebut. Bahkan, tantangan yang datang justru akan mempererat kebersamaan yang kalian bangun.

3. Prioritaskan Pasangan
Tanamkan prinsip bahwa apa yang terbaik untuk pasangan juga terbaikbuat kamu. Utamakan sikap untuk melayani dan jangan menuntut untuk dilayani. Jika prinsip tersebut dilaksanakan, kamu akan memetik buahnya dengan memperoleh hal yang serupa dengan apa yang telah kamu berikan. Dengan kata lain, jika kamu senantiasa memprioritaskan pasangan, maka kamu juga akan diprioritaskan oleh pasangan. Jika kamu senantiasa memberikan pelayanan dengan baik, maka dia juga akan melayanimu dengan baik, karena pada hakikatnya diri kalian satu dan tidak dapat dipisahkan.



Baca Juga 29 Makna Yang Bisa Dipetik Dari Perceraian

4. Bersikap Mengalah
Mengalah bukan berarti kalah, tapi bisa jadi menunggu saat yang tepat untuk bisa mengalahkan. Ungkapan tersebut dapat diterapkan saat si dia sakit hati, marah, dan meluapkannya dengan kata-kata yang menyakitkan. Bersikaplah bijaksana dengan mengalah, tidak melayani kemarahannya, bila perlu sampaikan permintaan maaf, seolah-olah memang dia yang benar. Apabila kemarahannya sudah meredah dan suasana kembali dingin, baru kamu bahas persoalan yang menjadi penyebab kemarahannya. Pada saat itulah dia akan sadar, siapa yang benar dan siapa yang salah, atau setidaknya sadar bahwa kemarahan yang dia lampiaskan tidak sebanding dengan persoalan yang menjadi pemicunya. Ketika itu pula kamu telah mengalahkan dengan tanpa merendahkannya.

5. Berikan Kelembutan dan Kasih Sayang
Rawatlah selalu kasih sayang dan kelembutan sebagaimana dulu saat masih berpacaran. Dalam kondisi apapun, baik kamu maupun pasangan, akan membutuhkan kasih sayang dan merindukan kelembutan. Persoalan kerapkali muncul ketika dua hal tersebut tidak lagi mewarnai hubungan kalian, sebaliknya, seberat apapun persoalan yang mengancam kebersamaan kalian, akan dapat teratasi bila kelembutan dan kasih sayang senantiasa memayungi.

6. Kebersamaan Di Atas Tempat Tidur
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa hubungan intim suami-istri tidak hanya berfungsi untuk melampiaskan hasrat seksual, tapi juga memiliki banyak manfaat, diantaranya untuk meredahkan stress, meningkatkan gairah kerja, dan membangun ikatan batin diantara keduanya. Untuk membuktikan hasil penelitian tersebut, cobalah untuk tidak tidur bersama pasangan setidaknya selama satu minggu, maka kamu akan merasakan ada sesuatu yang berbeda pada diri kamu dan ada semacam jarak yang tiba-tiba membentang antara kamu dengan dia.

7. Jangan Malu Meminta Maaf
Jika kamu melakukan kesalahan, jangan merasa malu untuk mengungkapkan kesalahan tersebut dan menyampaikan permintaan maaf. Bila perlu, sampaikan permintaan maaf sebelum dia membicarakan kesalahanmu. Dengan permintaan maaf yang sungguh-sungguh, sebesar apapun kesalahan yang kamu lakukan, sistem syaraf pasangan akan tergerak untuk memberikan maaf, meskipun dalam hati kecilnya menginginkan kamu lebih dari sekedar meminta maaf.

8. Lakukan Pembagian Tugas
Rumah tangga tidak berbeda jauh dengan sebuah organisasi, butuh pembagian tugas yang jelas dari personil yang ada di dalamnya, agar gerak roda organisasi atau rumah tangga bisa berjalan sebagaimana yang diharapkan.. Dengan pembagian tugas yang jelas, maka masing-masing akan memiliki tanggung jawab terhadap tugas-tugas yang harus dilaksanakan. Meski demikian, jangan lantas cuci tangan terhadap tugas yang bukan menjadi tanggung jawabmu. Jika pasanganmu memang tidak sempat mengerjakan tugasnya, sempatkan untuk membantu merampungkannya.

9. Jadilah Pendengar yang Baik
Salah satu cara untuk menunjukkan perhatianmu pada pasangan adalah dengan menjadi pendengar yang baik. Apa yang dia sampaikan, dengarkan dan perhatikan dengan seksama untuk kemudian memberikan masukan. Tidak perduli apakah masukan yang kamu sampaikan bisa menjadi solusi, karena yang lebih dia butuhkan bukan sebuah solusi melainkan kehadiran seseorang yang mau mendengarkan keluh-kesahnya.

10. Jangan Pernah Ucapkan Kata Perceraian
Sebesar apapun kemarahan yang ada di dalam hati, dan sehebat apapun pertengkaran yang kalian lakukan, jangan sekali-kali mengucapkan kata perceraian, atau kalimat bernada ancaman untuk meninggalkan si dia. Karena bukan tidak mungkin kemarahan tersebut redah dan pertengkaran bisa berujung pada perdamaian. Jika kata “cerai!” sudah terlanjur dilontarkan, ibarat seorang pendaki gunung yang telah mencapai puncak dan jatuh ke bawah, untuk dapat kembali sampai ke puncak dia harus mengawali lagi dari awal. Begitu juga dengan hubungan yang telah kalian bina, harus kembali dari awal untuk dapat menanamkan kembali kepercayaan pada diri masing-masing.

11. Refleksi Tujuan Pernikahan
Ada saatnya sesesorang kehilangan gariah dalam menjalani kehidupan pernikahannya. Dampaknya, dia akan lebih suka menyibukkan diri dan mengurangi intensitas kebersamaan dengan pasangan. Persoalan ini tidak boleh dibiarkan karena akan berdampak buruk bagi keutuhan rumah tangga. Untuk itu, cobalah melakukan refleksi dengan mengingat kembali apa yang menjadi tujuan dan citamu-citamu saat dulu membuat keputusan untuk menikah dengan si dia. Tanamkan kembali tujuan tersebut, dan tanyakan apakah kamu sudah berhasil mewujudkan tujuan itu? Jika masih belum, kejar kembali, apa yang dulu kamu cita-citakan!

12. Saling Memberikan Support
Diri kamu adalah sumber energi dan inspirasi bagi pasangan, begitu juga sebaliknya. Karena itu jangan pernah merasa ragu untuk saling memberikan support dan dukungan, sebab kalian saling membutuhkan. Sampaikan dengan terbuka dukungan seperti apa yang kamu harap dari dia, dan tanyakan pula apa yang dia butuhkan dari kamu, dalam persoalan apa saja. Dengan saling memberikan support, keharmonisan akan senantiasa terjaga.

0 Response to "12 Saran Pecahkan Persoalan Yang Baru Kamu Sadari Setelah Pernikahan"

Post a Comment