5 Hal Yang Mengungkapkan Hubunganmu Sehat Atau Bermasalah


“Cinta itu buta!”. Ungkapan tersebut tidak salah karena banyak orang yang tidak perduli terhadap kekurangan pada diri orang yang dicintainya, bahkan tidak perduli apakah hubungan yang dia jalin dengan pujaan hati termasuk dalam kategori hubungan yang sehat atau bermasalah.


Menurut seorang psikolog, Joseph Cilona, Psy.D. hubungan yang bermasalah tersebut ada yang dapat dengan mudah dideteksi, seperti kekerasan fisik dan pelecehan seksual, tapi ada juga yang sulit untuk dideteksi seperti kerapkali menghina dan merendahkan melalui perkataan, sikap atau tindakan, atau berusaha mendikte dan mengatur pasangan.
Untuk mengetahui apakah hubungan kamu dengan pasangan masuk ke dalam kategori sehat atau bermasalah, 5 pertanyaan berikut ini akan membantu mengungkapkannya:
1. Apakah Hubungan yang Kalian Jalin Membuatmu Menjadi Lebih Baik?
Lakukan introspeksi, apakah ada perbedaan yang kamu rasakan, saat masih sendiri dengan saat kamu bersama si dia? Apakah perbedaan tersebut membuat dirimu menjadi lebih baik atau sebaliknya? Ukuran lebih baik sangat universal, bisa dari sisi karir, sikap dan kepribadian, hubungan sosial, serta yang lain.
Jika selama menjalin hubungan ada riak-riak kecil, seperti pertengkaran, atau perdebatan karena ketidaksamaan pendapat, hal tersebut bukan berarti tidak sehat, justru perdebatan dan pertengkaran terkadang merupakan suatu proses untuk membuatmu lebih baik, dan juga membuat hubungan kalian lebih harmonis. Tetapi jika perdebatan dan pertengkaran tersebut mulai mengarah pada tindakan fisik dan saling merendahkan, itu pertanda hubungan kalian tidak sehat.


2. Apakah Hubungan yang Kalian Jalin Membuatmu Lebih Bahagia?
Pasangan memberi pengaruh besar pada kondisi psikis dan kejiwaan. Karena itu jika saat bersama dia kamu merasa aman dan nyaman, atau saat jauh dari dirinya kamu merasa ada sesuatu yang kurang, itu artinya kehadirannya memberimu kebahagiaan.
Tapi jika sebaliknya, kehadirannya justru membuat jiwamu merasa tertekan, membuatmu merasa tersiksa dan serba salah, berarti ada sesuatu yang salah dari kebersamaanmu dengan si dia. Dengan kata lain, hubungan tersebut menjadi racun bagi kehidupanmu.

3. Apakah Kehadirannya Membuat Kepribadianmu Berubah Secara total?
Berpacaran identik dengan cara untuk saling belajar memahami dan menyesuaikan satu dengan yang lain, sebelum melangkah ke jenjang pernikahan. Dalam proses belajar tersebut, satu dengan yang lain harus saling belajar mengerti dan memahami sifat dan kepribadian masing-masing. Terkadang memang diperlukan penyesuaian diri, agar dapat mengharmoniskan perbedaan sifat dan karakter.
Merubah sedikit karakter dan kepribadian tidak ada salahnya untuk membangun keharmonisan diantara kalian berdua. Tapi jika kamu dipaksa untuk merubah sifat, karakter, dan kepribadianmu secara total, maka kamu harus mempertanyakan kondisi hubungan kalian. Terlebih jika dia memaksamu untuk merubah kepribadian dan selalu menuruti apa yang dia inginkan, berarti hubungan kalian sudah tidak sehat.

4. Apakah Kamu Memiliki Tingkat Kekhawatiran yang Berlebihan?
Merasa khawatir dan ada yang kurang saat dia tidak berada di sampingmu, hal tersebut merupakan perasaan yang wajar sebagai perwujudan dari perasaan cinta. Namun jika perasaan khawatir tersebut terlalu berlebihan, hingga membuatmu takut bahkan depresi sehingga membuat aktifitas kamu terganggu karena ketidakhadirannya, hal tersebut justru menunjukkan hal yang sebaliknya. Kamu harus mengoreksi kembali kadar sehat dan tidaknya hubungan kalian.

5. Apakah Aktifitas Sosial Kamu Masih Tetap Terjaga?
Disaat pertama kali menjalin hubungan, waktumu mungkin lebih banyak tersita untuk si dia, sehingga aktifitas sosial kamu bersama teman-teman sedikit banyak berkurang. Hal tersebut merupakan sesuatu yang wajar jika kondisinya untuk sementara waktu. Tapi jika setelah cukup lama kalian berhubungan, kebersamaanmu dengan teman-teman masih juga terbatasi, berarti ada yang tidak sehat dari hubungan kalian. Apalagi jika dia mendikte, siapa saja yang boleh berteman denganmu dan siapa saja yang tidak boleh, itu artinya kehadiran dia justru menjadi racun bagi kehidupanmu.
Sebab cinta itu pada hakikatnya bukan untuk membuat jiwa menjadi terbelenggu, tapi justru membuat jiwa bebas merdeka!
Dengan menjawab secara jujur kelima pertanyaan di atas, kamu semestinya bisa menilai, apakah hubungan yang terbangun antara kamu dengan dia sudah cukup sehat atau sebaliknya? Jika ternyata ada yang tidak beres dari hubungan tersebut, segera lakukan tindakan. Ajak dia berbicara dari hati ke hati. Ungkapkan persoalan yang menjadi sumber dari ketidak beresan, dan rumuskan pemecahannya.
Jika dia ikut menyadari ketidakberesan tersebut dan mau diajak bersama untuk memecahkannya, maka tidak akan butuh waktu lama untuk merubah situasi dari hubungan yang bermasalah menjadi hubungan yang sehat. Tapi jika sebaliknya, dia tidak bisa diajak berdiskusi, tetap ngotot dengan pendapatnya sendiri dan tidak merasa bersalah dengan sikapnya selama ini, berarti hubungan kalian tidak bisa dipertahankan.

0 Response to "5 Hal Yang Mengungkapkan Hubunganmu Sehat Atau Bermasalah"

Post a Comment