Meski Telah Bercerai Hubungan Harmonis Harus Tetap Dijaga

Perceraian kerap kali terjadi karena ada masalah yang tidak dapat diselesaikan dengan baik dalam sebuah pernikahan. Namun, ketika perceraian dipilih sebagai cara terakhir, maka masalah yang ada itu seharusnya dilihat sebagai sesuatu yang sudah berlalu. Perlu disadari, kalau kita memikirkan untuk bercerai, kita harus memikirkan ke depannya bahwa kita juga akan berinteraksi dengan mantan suami atau mantan istri.

Terutama untuk pasangan yang telah memiliki anak, perlu membicarakan mengenai relasi baru yang mungkin terjadi. Karena usai perceraian, hubungan haruslah tetap harmonis. Tapi, bukan harmonis dalam bentuk suami-istri, melainkan harmonis dalam sebuah hubungan yang baru. Hubungan yang akan dimulai ke depan antara Anda dan mantan pasangan yang sama-sama punya peran sebagai orang tua.


Perceraian menimbulkan kondisi fisik maupun psikologis yang tidak nyaman. Masalah-masalah yang terjadi menyebabkan munculnya energi negatif, terutama ketika menyangkut mantan pasangan. Nah, di sinilah butuh kebesaran hati untuk melupakan hal yang negatif, dan kembali mengingat sisi positif dari mantan pasangan. Tujuannya, tentu saja bukan untuk menjalin hubungan kembali, tapi untuk membuat relasi baru yang lebih harmonis.

Kondisi emosi yang positif akan memberikan dampak yang baik pula untuk perkembangan anak. Perceraian sudah pasti menimbulkan pengaruh negatif terhadap anak apabila orang tua tidak benar-benar siap mengomunikasikannya dengan baik. Hal tersebut semakin bertambah buruk apabila orang tua yang sudah berpisah masih tetap berkonflik. Karena itu, pasangan yang bercerai harus mengembangkan etos damai.

Baca Juga Membanding-bandingkan Pasangan dengan Orang Lain

Pada saat masing-masing mulai dapat move on dan mempunyai pasangan baru, berarti ada sejumlah hal baru yang perlu dikomunikasikan kepada masing-masing pihak. Bahkan terhadap masalah-masalah kecil, seperti untuk antar-jemput anak, uang saku termasuk untuk biaya hidup anak. Tiap orang harus paham dengan fungsi barunya kini. Misalnya, ayah memberikan uang saku untuk anaknya.

Dengan adanya aturan yang sudah jelas, maka akan memudahkan keduanya saat menjalin hubungan baru dengan orang lain. Semua hal yang telah menjadi kesepakatan dengan mantan suami/istri, perlu dikomunikasikan. Jangan sampai suami baru tidak diberi tahu. Bisa saja, suami yang baru justru curiga ketika tahu istrinya menerima uang dari mantan suaminya. Padahal, uang itu untuk keperluan anaknya.

Memang, butuh proses terhadap perubahan dalam sebuah hubungan agar ke depannya tetap berjalan baik. Di antara pasangan yang telah bercerai, harus saling sepakat bahwa hubungan yang baru bentuknya simetris. Partner yang kedudukannya setara. Suami bukan lagi sebagai kepala keluarga. Hubungan tersebut kini sifatnya setara, sehingga berbagai macam persoalan yang ada harus diputuskan bersama.

Ketika seorang wanita memulai kembali menjalin hubungan dengan pasangan baru, maka akan dibutuhkan transisi. Tidak sebatas pada diri wanita tersebut, melainkan juga dengan anak-anaknya. Jika ada penolakan dari anak, harus dicari tahu dulu alasannya. Mungkin anak belum siap berpisah dari ayahnya. Jangan dipaksakan. Cari waktu yang tepat untuk Anda dan pasangan baru berbicara. Jelaskan bahwa kini fungsi ayah di peran-peran tertentu saja. Pastikan agar buah hati dapat dan siap menerima orang baru, agar kehadiran keluarga baru tidak sampai mengganggu kejiwaannya. Hal penting lainnya yang harus dicatat adalah untuk tidak membanding-bandingkan antara mantan suami dengan pasangan baru Anda.

0 Response to "Meski Telah Bercerai Hubungan Harmonis Harus Tetap Dijaga"

Post a Comment